pengemis bodong sitangan kodol

stress

stress

hari ni pagi2 kudu kekampus dramaga, berhubung bonyok lagi berkunjung ksni karena kangen melihat anaknya, terutama saia, anak yg paling tercinta, tertampan, tersayang, tak tertandingi, dan terpintar, eits g dink, abang gue lebih pinter, gue mah cerdik doank,,haha..balik ke cerita, karena beliau ada dsni, jadi terpaksa mobil dipke ma beliau2 buat pergi ketanah abang dan gue terpaksa naek motor…haha saia anak yang berbakti…

rencananya kekampus dramaga maw bertemu dengan bu tien r muctadi, dosen pakar betakaroten dari ipb, di kantornya, jurusan TPG, sebelum bertemu beliau saia menjilid dulu kuesioner yang ingin saya berikan, selagi memfotokopi, datanglah seorang pengemis, datang dari arah kanan saia,saia liat tangan sebelah kanannya putus alias kodol, bajunya compang camping, udah uyut poula,,, “neeeeeeeenk,,,neeeeeenk,,,sedekah neeenk….” beuh kasian,,,duit di dompet pas2an, karena hibah y udink, gue sedekah ajah saribu rupiah, alhdamdulillah, gue bisa beramal, tak lama kemudian dia pergi nyamperin orang yang disebelah gue…pas gue perhatiin lagi, beuh rupa2nya tangan g kodol, tangan nya itu disumpetin kebelakang trus disimpen dicelah2 pantatnya,,arrggggggghhhh,,,gilaaaaaa……trus g lama dia minta dengan orang sebelah “neeeeenk….neeeeennk…buat uang rokok nenk…” arggggggghhhh…pusiiiiiiiiiing…taw gini gue g ngasih….bikin gue g ihlas ajah, sumpah….arghhhh..benceeeeeee benceeeeee..benceee….

Iklan

6 Komentar »

  1. sandi said

    kok beramal diceritain sih ahhahahahhaha tapi ga papa. Asyikk…

  2. mir_ said

    jah, lo suudzon kali pak, lo pikir dy pura2 kodol, syapa tw dy lagi garuk2 pantat n g ada niat untuk nipu lo sm sekali, duh.. bijaksananya gw,, hihi

  3. marwan said

    @sandi
    wahh bukan maksudnya menceritakan amal san,,,dari judulnya juga udah beda,,,

    @mira garis bawah
    ya ALLAH mir,,sumpah deh, bener2 tuh actionnya keren banget, kalo misalnya ada film pendekar yo ko ke 3 pasti dia deh yang dikontrak jadi pemainnya,,,hihihi…

  4. mir_ said

    hahahaha,, aduh aduh.. pke ngomongin action, dah kaya pencari bakat aja ya kmu,,

    btw, kok ceritanya simpel tp prolog nya banyak yah,, kaya ini nih -anak yg paling tercinta, tertampan, tersayang, tak tertandingi, dan terpintar-
    kayanya sm sekali jauuuuuhhh dari nyambung sm cerita pengemis kodong, hihihhi..

    yaaaah mir,,,km taw sendiri kan kenarsisan diri ku ini..hehehe

  5. Yugo said

    Itulah warna dunia ini Bung, terutama bangsa yang diberi nama INDONESIA,
    Lho Kenapa?
    Manunjukkan bangsa ini telah gagal memberikan kehidupan yang layak bagi rakyatnya, so ya ngemis ajah,
    Menunjukkan bahwa bangsa ini telah gagal mengdukasi moral rakyatnya bahwa “berkarya lebih terhormat daripada mengemis”
    Menunjukkan bahwa mengemis dan menipu itu kabanggaan,
    “kalo mengemis saja bisa hidup, kenapa harus bekerja.”
    Tetapi sesungguhnya Bung, kalo kita beramal, ya beramal ajah, jangan berharap sesuatu, entah dia mau berterima kasih atau tidak, entah dia pura-pura atau tidak, entah duit itu dipakai dijalan kebenaran ataukah untuk mabuk-mabukkan, biarkan sajalah, itukan urusan sang pengemis pada Mbah Gusti Allah.
    sependapat dengan Cak Nun, saya yakin kok Gusti Allah itu tidak Ndeso, Beliau punya penilaian pada setiap langkah umatnya secara detail. Yang Penting ya niatnya, saya bersedekah karena Allah.
    Bukan begitu Bung..

    terima kasih mas, udah nambah ilmu di artikel ini

  6. Nuraeni said

    seharusnya beramal itu cuma untuk catatan sendiri & malaikat…

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: