APAKAH DOSA KITA AKAN DI AMPUNI

knowledge-against-prison11Setiap orang pasti berbuat salah, dan betapa banyak kesalahan dan dosa yang diperbuat anak keturunan Adam. Seandainya Allah Ta’ala membalas dengan keadilan-Nya, niscaya setiap dosa dan kesalahan manusia tidak ada yang selamat dari siksaan-Nya. Namun rahmat Allah ‘Azza wa jalla sangat luas memenuhi seluruh makhluk-Nya. Di antara wujud rahmat Allah Ta’ala tersebut, yaitu pengampunan dosa dan kesalahan yang diperbuat hamba-hamba-Nya. Dalam hadits yang mulia ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan ada tiga faktor yang menjadi penyebab dosa manusia mendapat ampunan. Faktor pertama, yaitu doa dengan mengharap ampunan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Sebagimana dijelaskan dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai, anak Adam! Sungguh selama engkau berdoa kapada-Ku dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni semua dosa yang ada pada engkau, dan Aku tidak peduli.” Doa dengan mengharap ampunan Allah Ta’ala diperintahkan dan dijanjikan akan dikabulkan, sebagaimana firman Allah Ta’ala : ْ Dan Rabbmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu”. (Qs Al Mu’minun/40:60). Juga dijelaskan dalam hadits an-Nu’mân bin Basyir radhiallahu’anhu , ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Do’a itu adalah ibadah,” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah: Dan Rabbmu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (Qs Al Mu’minun/40:60). Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan doa seorang muslim itu mustajab, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam :ُ “Tidak ada seorang muslim di muka bumi ini berdoa kepada Allah dengan sebuah doa, kecuali Allah mengabulkannya, atau diselamatkan dari kejelekan seperti itu selama tidak berdoa dengan amalan dosa atau memutus kekerabatan”. Seorang dari engkau berkata: “Kalau begitu kita perbanyak,” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah lebih banyak lagi (mengabulkannya)”.

Demikianlah, Allah Ta’ala menganugerahkan rahmat-Nya kepada hamba yang berdoa memohon untuk dipenuhi kebutuhannya berupa masalah duniawi, lalu Allah Ta’ala alihkan darinya dan menggantinya dengan yang lebih baik. Terkadang dengan diselamatkan dari keburukan, atau dijadikan sebagai simpanan bagi dirinya di akhirat. Atau Allah Ta’ala mengampuni dosanya dengan doa tersebut. Telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau: “Tidak ada seorang muslim yang berdoa dengan satu doa yang tidak ada amalan dosa dan memutus tali kekerabatan, kecuali Allah memberikan salah satu dari tiga hal. Adakalanya doanya segera dikabulkan, atau dijadikan sebagai simpanan untuknya di akhirat, atau ia diselamatkan dari keburukan yang semisalnya”. Mereka berkata: “Jika begitu, kami akan memperbanyak (untuk berdoa)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah lebih banyak lagi (mengabulkannya)”. Kesimpulannya, berdoa memohon ampunan dengan berharap kepada Allah Ta’ala menjadi penyebab seseorang itu mendapat ampunan Allah Ta’ala , walaupun dosanya sangat besar, sebab ampunan Allah Ta’ala lebih besar lagi. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk meminta semua kebutuhan kepada Allah Ta’ala , seperti sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam : ” Apabila salah seorang dari kalian berdoa, jangan mengatakan, “wahai Allah, ampunilah aku jika Engkau suka,” namun bersungguh-sungguhlah dalam meminta, dan mintalah yang terbaik. Karena benar-benar tidak ada sesuatu yang berat untuk Allah berikan. Semua dosa hamba itu masih kecil dibandingkan dengan ampunan Allah ‘Azza wa jalla . Oleh karena itu ada yang berkata: ” Wahai, Rabbku! Walaupun dosaku sangat besar, namun aku yakin bahwa ampunan-Mu lebih besar lagi. Bila tidak berharap kepada-Mu kecuali orang yang baik, maka orang jahat berdoa dan memohon kepada siapa? Aku hanya memiliki wasilah harapan mendapatkan ampunan-Mu yang indah, kemudian sesungguhnya aku seorang yang berserah diri “. Faktor kedua, yaitu istighfar.

(By Ustadz Kholid Syamhudi (http://bukhari.or.id/content/view/85/30/1/2/))

Iklan

5 Komentar »

  1. feri said

    trimakasih atas petunjuknya

  2. Nuraeni said

    allah itu maha pengampun..:)

  3. Arief yadi said

    assalamu alaikum wr wb
    Allah itu maha pengampun kan
    Aku mau nanya apakah orang yang menyekutukan allah juga di ampuni dosanya apabila dia mau bertaubat ? Sukron

  4. Reblogged this on Brumbunnews's Blog.

  5. Liga Mbah Buyut said

    Reblogged this on Ligambahbuyut's Blog.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: